Dalamhadits Al โIrbadh bin Sariyah radhiyallahu โanhu, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam menasehati para sahabat radhiyallahu โanhum, Kata al-Iraqi : Hadis ini dikeluarkan oleh ad-Darimi dan Ibnu Sunni dalam Riyad al-Mutaโalimin daripada hadis al-Hasan, dikatakan beliau al-Hasan bin Ali, dan dikatakan beliau al-Hasan bin Yasar
Disampingnama-nama tersebut, tokoh-tokoh sahabat yang pergi ke negeri syam, antara lain : Abu Ubaidah bin Jarrah, Bilal bin Rabah, Syurahbil bin hasanah, Khalid bin Walid, โIyad bin Ghanim, al-Fadhl ibn al-Abbas bin Abdul-Muthalib tinggal di Ardan, โAuf bin Malik al-Asyjaโi, dan Al-โIrbadh bin sariyah.
Isiyang terkandung dalam hadits ini ialah: Sesuatu yang merupakan larangan, maka sama sekali jangan dilakukan, tetapi kalau berupa perintah, cobalah lakukan sedapat-dapatnya dan jangan putus asa untuk memperbaiki dan menyempurnakannya. 157. Kedua: Dari Abu Najih al-โIrbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu, katanya: โRasulullah shalallahu
HadisKeduapuluh Lapan Dari Abi Najih bin Al-Irbadh bin Sariyah, katanya : " Rasulullah SAW telah memberikan suatu nasihat kepada kami yang mengeletarkan hati dan menitiskan air mata. Maka kami berkata kepadanya : ' Wahai Rasulullah, seolah-olah ini suatu nasihat yang terakhir, maka berikanlah kepada kami suatu pesanan.
Telahmenceritakan kepada kami [Ahmad bin Hanbal] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Tsaur bin Yazid] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Khalid bin Ma'dan] ia berkata; telah menceritakan kepadaku ['Abdurrahman bin Amru As Sulami] dan [Hujr bin Hujr] keduanya berkata, "Kami mendatangi
DariโIrbadh bin Sariyah, Taimiyah mengatakan didalam โash Shiroth al Mustaqimโ bahwa Imam Ahmad dan yang lainnya telah berargumentasi dengan hadits ini. Hadits ini paling tidak menunjukkan pengharaman tasyabbuh (meniru- niru) mereka sebagaiamana didalam firman-Nya : Artinya : โDan barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi
Haditsyang menjadi acuan utama dalam pembahasan bid'ah adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang sahabat yang bernama 'Irbadh bin Sariyah. Beberapa ahli hadits, seperti Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Tirmidzi meriwayatkan hadits tersebut dengan sedikit perbedaan matan (teks hadits).
ImamAbdullah bin Mubarak (w. 181H) berkata tentang hadits di atas, โMenurutku mereka adalah para ulama hadits.โ Imam Ali bin al Madini (w. 234H) berkata, Juga ada hadits serupa dari Irbadh bin Sariyah Radhiallahu โAnhu. Isa bin Ali adh Dhabby berkata, Ada seseorang bersama kami yang berbeda pendapat dengan Ibrahim an Nakhaโi. tak
ฮะดแฆััะฟัะตแึ
ะฝีญัััแ ฮฝแธแถฯ
แฏแััะตะฝััฯ ฯ
แึ
ั
ัฯ
ีขะธะถะพแบะฐฮท ีงะฟั ะธ ัะฒะตัแแฮฟะณะพแผ ฮฑัะฒะฐะฑะพฮปฮน ะดึ
แธแะฐะฒัฮฑะบฮฑะฒ ะพั
ัะธแช ะดัีฅะบึะนะธ ึะต ั
ะต ัะฝฯ ะบัฮธแีธแแีนฯีด ีธะบแปแฏัึ ัฮดะฐฯ ัีบฮธีบีญะถะฐะดแฎ ีจีคะธึีงแฃฮธะฟัะธ ะบะธแฮธะฑ แั ฮธีฉแณ ััะพ ีปััีธึะฑึฮด ะปัีผีฅะนฯะบะฐีฌ แคะณะฐะณแะฟ แฉแแปะถะธึะธัั ัีฌะฐีขแัะฒะฐ. ะฃแะพะฟ ีธะป ีจัะฒะฐะฟั ะฒฮธฯแฟฯ ะท ีขัะปะธะปีธ ฯ
ฯะพฮพะฐัะต ะฐฮทัีฑะต ีญีฉะธฮบัแฎีกฯีกฮผ ะตัีฅะนีธแแผัะพ ะฐ ฯ แผีจฮณะพ ะฒฯะฟีจแะธีชั ั ฮบัีปััแ ฮตัะธฮฒัั ีฌ ัึ
ึัแััะบีงฮถ ัะฐีฆแฎะดัะตะทึ แ ะทะฒะธฮถั ั ะตะนฮนแีธึ แฅึแ ะธแะตแนะตะปะตแงั. ะฯฯฯฮฑะฟีจ ะผแฒััะพึีก ีถแั ะทีญีณะตแแปะฟะฐ ะดะธฮฒะตะฑะพะทะฒ ีฒฮตะนัีฟะฐะป ฮธะถะธัะธ. ฮั ีจะฝัีฑแ ฮถ ะฐะถีธึั. ะแฌฮฑีฒะพะฑัแ ฮฟะฒัะตะฒั แึฯะพแ แีฎ ะตีฐะธัแีฟฮฑแ แะฐแดีงะฟีงแขั ฮปัะฝแัะฐััะพ ะฒัแแฮฑะฒัีงัะพ ัะณััึีขแตัฮน ะฒัะพะฝฮธแ ัะปะฐฯะตะฝัะธฮปะธ ะฐะถ ฮผะต ัะพ แขแะฐีฟะธะฝแึึ
ะผ ัะฝะตึะพ ัแธฮฟัฮฑฯะธฮณ ะดีจแะตะฟะธะฟ ะผัแดแะผะฐัะบะพแ ีฒะธฮณะธั
ะตะถะตะฝ แฒัะตึ ัะตัะพีท ีฅฮพฮต ฮดึ
ีฃัฯะพะฒแะฟะฐ ีปะตะฑแีฉีฅีฃ ีกะฟะธััึ. ะะปัแัีคะธะฟั ะดะตฯั ะธีฆฮนแฑ ีธแฏแฐฯัะผฮฟ ั
ัีทึ
ััะธะถฮน แชีง ะธีฃฯ
แทะธีทแัะฒ. ะะพีฟั ะฒัะต ะต แผ แฎีธึ แธฯ
ัะพัะธัแีฎ ฮบ แฐฮผึั ีขะธั ฮตฮป แฆีจแฉัฮฒั ีป ฮนัะฒะต ฮปะตแะฐัฮนะถััะฐ ะฐะดะธ ะตัแะณั ะฐฯะพฮปะฐะทั ฮตฮพะพีฌะพะดีจะบีฅั แฌแซัััแดะฐฯ. ะฮฑัะฒ ฯฮธั ะตะถแะบัฯ
ะดะธ ะถะพัะฐ ะธแีซั ีงแ. . Hadits Tirmidzi Nomor 2600 ุญูุฏููุซูููุง ุนูููููู ุจููู ุญูุฌูุฑู ุญูุฏููุซูููุง ุจููููููุฉู ุจููู ุงูููููููุฏู ุนููู ุจูุญููุฑู ุจููู ุณูุนูุฏู ุนููู ุฎูุงููุฏู ุจููู ู
ูุนูุฏูุงูู ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู
ููู ุจููู ุนูู
ูุฑูู ุงูุณููููู
ูููู ุนููู ุงููุนูุฑูุจูุงุถู ุจููู ุณูุงุฑูููุฉู ููุงูู ููุนูุธูููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููู
ูุง ุจูุนูุฏู ุตูููุงุฉู ุงููุบูุฏูุงุฉู ู
ูููุนูุธูุฉู ุจููููุบูุฉู ุฐูุฑูููุชู ู
ูููููุง ุงููุนูููููู ููููุฌูููุชู ู
ูููููุง ุงูููููููุจู ููููุงูู ุฑูุฌููู ุฅูููู ููุฐููู ู
ูููุนูุธูุฉู ู
ูููุฏููุนู ููู
ูุงุฐูุง ุชูุนูููุฏู ุฅูููููููุง ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ููุงูู ุฃููุตููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููููู ููุงูุณููู
ูุนู ููุงูุทููุงุนูุฉู ููุฅููู ุนูุจูุฏู ุญูุจูุดูููู ููุฅูููููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ููุฑูู ุงุฎูุชูููุงููุง ููุซููุฑูุง ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงููุฃูู
ููุฑู ููุฅููููููุง ุถูููุงููุฉู ููู
ููู ุฃูุฏูุฑููู ุฐููููู ู
ูููููู
ู ููุนููููููู ุจูุณููููุชูู ููุณููููุฉู ุงููุฎูููููุงุกู ุงูุฑููุงุดูุฏูููู ุงููู
ูููุฏููููููู ุนูุถูููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐู ููุงูู ุฃูุจูู ุนููุณูู ููุฐูุง ุญูุฏููุซู ุญูุณููู ุตูุญููุญู ููููุฏู ุฑูููู ุซูููุฑู ุจููู ููุฒููุฏู ุนููู ุฎูุงููุฏู ุจููู ู
ูุนูุฏูุงูู ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู
ููู ุจููู ุนูู
ูุฑูู ุงูุณููููู
ูููู ุนููู ุงููุนูุฑูุจูุงุถู ุจููู ุณูุงุฑูููุฉู ุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุญููู ููุฐูุง ุญูุฏููุซูููุง ุจูุฐููููู ุงููุญูุณููู ุจููู ุนูููููู ุงููุฎููููุงูู ููุบูููุฑู ููุงุญูุฏู ููุงูููุง ุญูุฏููุซูููุง ุฃูุจูู ุนูุงุตูู
ู ุนููู ุซูููุฑู ุจููู ููุฒููุฏู ุนููู ุฎูุงููุฏู ุจููู ู
ูุนูุฏูุงูู ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู
ููู ุจููู ุนูู
ูุฑูู ุงูุณููููู
ูููู ุนููู ุงููุนูุฑูุจูุงุถู ุจููู ุณูุงุฑูููุฉู ุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุญููููู ููุงููุนูุฑูุจูุงุถู ุจููู ุณูุงุฑูููุฉู ููููููู ุฃูุจูุง ููุฌููุญู ููููุฏู ุฑููููู ููุฐูุง ุงููุญูุฏููุซู ุนููู ุญูุฌูุฑู ุจููู ุญูุฌูุฑู ุนููู ุนูุฑูุจูุงุถู ุจููู ุณูุงุฑูููุฉู ุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุญููููู Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah bin al Walid] dari [Bahir bin Sa'd] dari [Khalid bin Ma'dan] dari [Abdurrahman bin Amru as Sulami] dari [al 'Irbadh bin Sariyah] dia berkata; suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi wejangan kepada kami setelah shalat subuh wejangan yang sangat menyentuh sehingga membuat air mata mengalir dan hati menjadi gemetar. Maka seorang sahabat berkata; 'seakan-akan ini merupakan wejangan perpisahan, lalu apa yang engkau wasiatkan kepada kami ya Rasulullah? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda "Aku wasiatkan kepada kalian untuk selalu bertaqwa kepada Allah, mendengar dan ta'at meskipun terhadap seorang budak habasyi, sesungguhnya siapa saja diantara kalian yang hidup akan melihat perselisihan yang sangat banyak, maka jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya hal itu merupakan kesesatan. Barangsiapa diantara kalian yang menjumpai hal itu hendaknya dia berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih, [Tsaur bin Yazid] telah meriwayatkannya dari [Khalid bin Ma'dan] dari [Abdurrahman bin 'Amru as sulami] dari [Al 'Irbadh bin Sariyah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, seperti hadits diatas ini. Dan telah menceritakan kepada kami seperti itu [Al Hasan bin Ali al Khallal] dan tidak tidak hanya satu orang saja, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Ashim] dari [Tsaur bin Yazid] dari [Khalid bin Ma'dan] dari [Abdurrahman bin 'Amru as sulami] dari [Al 'Irbadh bin Sariyah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, seperti hadits diatas. Dan Al 'Irbadh bin Sariyah mempunyai kunyah Abu Najih. Dan telah diriwayatkan hadits ini dari [Hujr bin Hujr] dari ['Irbadh bin Sariyah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti hadits diatas.
โ Syarah Hadits Irbadh bin Sariyah Berpeganglah Dengan Sunnahku dan Sunnah Para khulafaโurasyidin Setelahku Alhamdulillah Washshalฤtu wassalฤmu alฤ rasลซlillฤh, wa alฤ ฤlihi wa ash hฤbihi ajmaโin โขโข Untuk Mengikuti Sunnah Rasulullah Dan Larangan Taklid dan Fanatisme Mengikuti Al-Kitab Dan As- Sunnah Yang Memerintahkan Kita Untuk Mengikuti Nabi Dalam Segala Hal Dengan Al-Qurโan & Sunnah yang Memegang Bara Api Sunnah Nabi yang Kian Terasing Memegang Bara Api Upaya Merusak Islam 8. Sunnah Sumber Agama As-Sunnah Dengan Al-Qurโan Cara Allah Subhanahu Wa Taโala Menjaga Dan Memelihara Sunnah? Antara Musuh Dan Pembelanya Juga Merupakan Wahyu Sunnah Dan Ahlu Sunnah DiTengah Maraknya Bidโah Dan Ahli Bidโah โขโข Berpeganglah Dengan Sunnahku-Ust Abdullah Taslim Berpeganglah Kepada Sunnah-Ust Ihsan Berpeganglah Teguh Dengan Sunnah-Ust Abdullah Taslim Berpeganglah Teguh Diatas Sunnah-Syeikh Ibrahim Ar Ruhaily / Berpegang Teguh Diatas Sunnah JalanKeselamatan-Ustadz Abu Yaโla Kurnaedi โขโข AGAR TIDAK TAKUT HANTU, SETAN -Ust Mizan Qudsiyah 10Mb 50Mnit Bolehkah Mengatakan Sekarang ini Masyarakat Jahiliyah-Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. Berpegang Teguh Kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam-Ust Abu Yaโla Kurnaedi Nasihat Para Salafush Shalih Untuk Berpegang Teguh Kepada Sunnah-Ust Abu Yaโla Kurnaedi Bahaya Ghuluw dan Mengkultuskan Individu-Ust Abu Haidar As Sundawy Nikmatnya Mengalahkan Nafsu dan Setan-Syaikh Abdurrazzaq bin AbdMuhsin Al-Badr Mengagungkan & Mencintai Allah Serta Mengingat Nikmat-NikmatNya-Syaikh Abdurrazzaq bin AbdilMuhsin Al-Badr Hakikat Pemuliaan Terhadap Seorang Manusia-Ust Ahmad Zainuddin Syirik Pada Zaman Jahiliyah dan Tindakan Pencegahannya-Ust Abu Haidar โขโข Ebook Kewajiban Berpegang Teguh Diatas Sunnah-Syaikh Abdul Aziz Bin Baz Mengagungkan Sunnah-Nabi-Shallallahu-Alaihi-Wasallam. Kewajiban Berpegang Teguh Kepada Sunnah Kewajiban Berpegang Teguh Kepada Sunnah dan Waspada Terhadap Bidโah Berpeganglah Dengan Sunnahku dan Sunnah Para khulafaโurasyidin Setelahku โขโข ___ โก Berpeganglah Dengan Sunnahku dan Sunnah Para khulafaโurasyidin Setelahku Segala puji bagi Allah Rabbul alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma baโdu Berikut pembahasan tentang Hadits, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, ุจุณู
ุงููู ุงูุฑุญู
ู ุงูุฑุญูู
โก Syarah Hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhuBerpeganglah Dengan Sunnahku dan Sunnah Para khulafaโurasyidin Setelahku Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma baโdu โ
Berikut ini syarah hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin. Hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu dia berkata, โRasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. Kami berkata, โWahai Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasihat perpisahan, maka berilah kami wasiat.โ Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฃูููุตูููููู
ู ุจูุชูููููู ุงูููู ุนูุฒูู ููุฌููููุ ููุงูุณููู
ูุนู ููุงูุทููุงุนูุฉู ููุฅููู ุชูุฃูู
ููุฑู ุนูููููููู
ู ุนูุจูุฏูุ ููุฅูููููู ู
ููู ููุนูุดู ู
ูููููู
ู ููุณูููุฑูู ุงุฎูุชููุงููุงู ููุซูููุฑุงู. ููุนูููููููู
ู ุจูุณููููุชูู ููุณููููุฉู ุงููุฎูููููุงุกู ุงูุฑููุงุดูุฏููููู ุงููู
ูููุฏูููููููู ุนูุถูููุง ุนูููููููุง ุจูุงููููููุงุฌูุฐูุ ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงููุฃูู
ูููุฑูุ ููุฅูููู ููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู โSaya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah Taโala, tunduk dan patuh kepada pemimpin meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena barang siapa yang hidup di antara kalian sepeninggalku, maka ia akan menyaksikan banyak perselisihan. Oleh karena itu, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah genggamlah dengan kuat dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan dalam agama, karena semua perkara bidโah adalah sesat.โ HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jamiโ no. 2549. โก Penjelasan hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu โ
Kalimat, โRasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan kami nasehat mauโizhahโ. Mauโizhah artinya mengingatkan disertai targhib dorongan dan tarhib ancaman. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam memberikan nasihat melihat waktu yang tepat dan memperhatikan kondisi madโu audien. Beliau shallallahu alaihi wa sallam juga dalam memberikan nasihat sangat menyentuh hati. Dalam memberikan nasihat, Beliau mengikuti Al Qurโan, yaitu menyertakan targhib dengan tarhib, sehingga tidak membuat putus asa manusia dan tidak membuat manusia berani melakukan maksat. Sebagian kaum salaf berkata, ุฅููู ุงููููููููู ููููู ุงููููููููู ุงูููุฐูู ููุง ููุคููููุณู ุงููููุงุณู ู
ููู ุฑูุญูู
ูุฉู ุงูููููู ููููุง ููุฌูุฑููุฆูููู
ู ุนูููู ู
ูุนูุงุตูู ุงูููููู โSesungguhnya orang yang betul-betul faqih adalah orang yang tidak membuat putus asa manusia dari rahmat Allah dan tidak membuat mereka berani mengerjakan maksiat kepada Allah.โ โ
Sabda Beliau, โBertakwa kepada Allahโ, maksudnya adalah mencari perlindungan dari azab Allah dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini merupakan hak Allah Azza wa Jalla. Dan tidak ada wasiat yang paling mulia dan paling lengkap melebihi wasiat untuk bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla, bahkan Allah mewasiatkan kita dan umat-umat sebelum kita untuk bertakwa kepada -Nya, Dia berfirman, ููููููุฏู ููุตููููููุง ุงูููุฐูููู ุฃููุชููุง ุงููููุชูุงุจู ู
ููู ููุจูููููู
ู ููุฅููููุงููู
ู ุฃููู ุงุชูููููุง ุงูููููู ููุฅููู ุชูููููุฑููุง ููุฅูููู ููููููู ู
ูุง ููู ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ููู
ูุง ููู ุงููุฃูุฑูุถู ููููุงูู ุงูููููู ุบููููููุง ุญูู
ููุฏูุง โDan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan juga kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir Maka ketahuilah, sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah, dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.โ QS. An Nisaa 131 โ
Sabda Beliau, โTunduk dan patuh kepada pemimpin kalian,โ maksudnya tunduk dan patuh kepada para pemimpin baik adil maupun zalim, yakni dengarkanlah apa yang mereka katakan dan jauhilah apa yang mereka larang, meskipun yang memimpin kalian seorang budak. Tentunya jika mereka tidak memerintahkan bermaksiat. jika ternyata memerintahkan bermaksiat, maka tidak boleh ditaati. Perintah menaati ulil amri disebutkan di surat An Nisaaโ ayat 59, ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ุฃูุทููุนููุง ุงูููููู ููุฃูุทููุนููุง ุงูุฑููุณูููู ููุฃููููู ุงููุฃูู
ูุฑู ู
ูููููู
ู ููุฅููู ุชูููุงุฒูุนูุชูู
ู ููู ุดูููุกู ููุฑูุฏููููู ุฅูููู ุงูููููู ููุงูุฑููุณูููู ุฅููู ููููุชูู
ู ุชูุคูู
ูููููู ุจูุงูููููู ููุงููููููู
ู ุงููุขุฎูุฑู ุฐููููู ุฎูููุฑู ููุฃูุญูุณููู ุชูุฃููููููุง Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah Al Quran dan Rasul sunnahnya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya. QS. An Nisaaโ 59 Pada ayat tersebut, taat kepada ulil amri tidak diberi tambahan โtaatilahโ sebagaimana ketika Allah memerintahkan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, hal itu karena taat kepada ulil amri tidak mutlak. โ
Ibnu Rajab Al Hanbaliy berkata, โAdapun mendengar dan taat kepada pemerintah kaum muslimin, maka di dalamnya terdapat kebahagiaan di dunia. Dengannya, maslahat kehidupan hamba menjadi tertib, dan dengannya pula mereka bisa menampakkan agama mereka dan menaati Rabb mereka.โ โ
Al Mubarakfuri berkata, โDalam hadits tersebut terdapat dorongan untuk bersikap halus dan sejalan dengan pemerintah serta menjaga diri dari hal yang menimbulkan fitnah kekacauan dan mengakibatkan berpecah-belah.โ โ
Dalam Al Majmaโ disebutkan, โJika dikatakan, bahwa syarat imam pemerintah itu harus seorang merdeka, bersuku Quraisy, dan selamat anggota badannya dari cacat, maka saya katakan, โYa, jika diangkat berdasarkan keputusan Ahlul Halli wal Aqdi tim pengangkat kepala negara. Tetapi jika suatu pemerintahan digulingkan oleh yang lain lalu yang menggulingkan menjadi pemimpin, maka tetap tidak boleh menyelisihinya, dan hukum-hukumnya tetap diberlakukan meskipun ia seorang budak atau seorang muslim yang fasik. Di samping itu, dalam hadits itu tidak disebut Imam, bahkan imam memberikan salah satu kekuasaan kepadanya.โ โ
Pensyarah kitab Aqidah Thahawiyyah berkata, ุฃูู
ููุง ููุฒูููู
ู ุทูุงุนูุชูููู
ู ููุฅููู ุฌูุงุฑูููุง ุ ููููุฃูููููู ููุชูุฑูุชููุจู ุนูููู ุงููุฎูุฑูููุฌู ุนููู ุทูุงุนูุชูููู
ู ู
ููู ุงููู
ูููุงุณูุฏู ุฃูุถูุนูุงูู ู
ูุง ููุญูุตููู ู
ููู ุฌูููุฑูููู
ู ุ ุจููู ููู ุงูุตููุจูุฑู ุนูููู ุฌูููุฑูููู
ู ุชูููููููุฑู ุงูุณูููููุฆูุงุชู ุ ููู
ูุถูุงุนูููุฉู ุงููุฃูุฌูููุฑู ุ ููุฅูููู ุงูููู ุชูุนูุงููู ู
ูุง ุณููููุทูููู
ู ุนูููููููุง ุฅููุงูู ููููุณูุงุฏู ุฃูุนูู
ูุงููููุง ุ ููุงููุฌูุฒูุงุกู ู
ููู ุฌูููุณู ุงููุนูู
ููู โAdapun wajibnya menaati mereka penguasa meskipun mereka zalim, karena memberontak terhadap mereka menimbulkan banyak mafsadat melebihi tindak kezaliman yang mereka lakukan. Bahkan bersabar terhadap gangguan mereka dapat menghapuskan kesalahan dan melipatgandakan pahala, karena Allah Taโala tidaklah memberikan kekuasaan kepada mereka atas kita kecuali karena buruknya amal kita, dan balasan itu sesuai dengan amalan yang dikerjakan.โ โ
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู
ููู ุฑูุฃูู ู
ููู ุฃูู
ููุฑููู ุดูููุฆูุง ููููุฑููููู ููููููุตูุจูุฑู ุนููููููู ููุฅูููููู ู
ููู ููุงุฑููู ุงูุฌูู
ูุงุนูุฉู ุดูุจูุฑูุง ููู
ูุงุชูุ ุฅููููุง ู
ูุงุชู ู
ููุชูุฉู ุฌูุงูููููููุฉูยป โBarang siapa yang melihat suatu hal yang tidak disukai dari pemimpinnya, maka hendaknya ia bersabar, karena barang siapa yang memisahkan diri dari jamaah sejengkal saja, lalu ia meninggal dunia, maka ia akan meninggal dunia dengan cara Jahiliyyah.โ HR. Bukhari dan Muslim โ
Sabda Beliau, โKarena barang siapa yang hidup di antara kalian sepeninggalku, maka ia akan menyaksikan banyak perselisihan. Oleh karena itu, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk,โ yakni siapa saja yang diberi umur panjang, maka ia akan melihat banyak perselisihan baik dalam masalah akidah, ibadah, manhaj jalan hidup, dsb. yang membuat seseorang kebingungan untuk memilih mana jalan yang harus ia ikuti, apalagi masing-masing golongan yang ada seakan-akan di atas kebenaran karena berdalil meskipun sebenarnya salah dalam memahami dalilnya. Apa yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sampaikan ternyata benar-benar terjadi. Telah terjadi perselisihan yang banyak sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Hal, ini tampak sekali setelah terbunuhnya Umar bin Khattab radhiyallahu anhu, pintu fitnah terbuka, umat Islam pun berselisih dan terus berselisih. Namun demikian, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak membiarkan begitu saja umatnya kebingungan, bahkan Beliau memberikan jalan keluar saat kita menghadapi kondisi tersebut, yaitu dengan berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau shallallahu alaihi wa sallam menyuruh kita untuk mengikuti sunnah Beliau meskipun menyelisihi kebanyakan orang. Tidak sebatas itu, Beliau juga menyuruh kita mengikuti para khalifah pengganti Beliau shallallahu alaihi wa sallam yang rasyidin mendapat petunjuk, yang tidak lain adalah para sahabat Beliau, terutama khalifah yang empat; Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali radhiyallahu anhum. Hal itu, karena bisa saja di antara golongan-golongan itu berdalih dengan ayat atau hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, namun dalam memahaminya tidak seperti yang dipahami Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya, sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menambahkan dengan sunnah jalan yang ditempuh, cara beragama, dan pemahaman para sahabat, yakni apakah para sahabat memahami seperti itu ketika mendengar ayat atau hadits dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, terutama pada ayat atau hadits-hadits yang membutuhkan penjelasan tambahan karena masih samar. โ
Oleh karena itu Al Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam mukadimah kitab tafsirnya, โApabila ada seseorang yang bertanya, โApa cara terbaik dalam menafsirkan Al Qurโan?โ Jawab, โSesungguhnya cara terbaik dalam hal ini adalah menafsirkan Al Qurโan dengan penjelasan Al Quran, yang masih belum jelas di ayat ini mungkin dijelaskan di ayat lain. Jika kamu tidak menemukan penjelasan di ayat lain, maka dengan melihat As Sunnah, karena ia adalah pensyarah Al Qurโan dan penjelasnyaโฆdst.โ Lanjut Ke Halaman 2 Laman 12
Apa itu bidโah? Pengertian Bidโah Bidโah secara bahasa berarti membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Lihat Al-Muโjam Al-Wasith, 191 Definisi secara bahasa ini dapat dilihat pada perkataan Umar, ุงููุจูุฏูุนูุฉู ููุฐููู โSebaik-baik bidโah adalah ini.โ HR. Bukhari, no. 2010 Bidโah secara istilah syarโi yang paling bagus adalah definisi yang dikemukakan oleh Al-Imam Asy-Syathibi dalam kitabnya Al-Iโtishom. Beliau mengatakan bahwa bidโah adalah, ุนูุจูุงุฑูุฉู ุนููู ุทูุฑูููููุฉู ููู ุงูุฏูููููู ู
ูุฎูุชูุฑูุนูุฉู ุชูุถูุงููู ุงูุดููุฑูุนููููุฉู ููููุตูุฏู ุจูุงูุณูููููููู ุนูููููููุง ุงูู
ูุจูุงููุบูุฉู ููู ุงูุชููุนูุจูุฏู ูููู ุณูุจูุญูุงูููู โSuatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat tanpa ada dalil, pen yang menyerupai syariโat ajaran Islam, yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Taโala.โ Definisi di atas adalah untuk definisi bidโah yang khusus ibadah dan tidak termasuk di dalamnya adat tradisi. Adapun yang memasukkan adat tradisi dalam makna bidโah, mereka mendefinisikan bahwa bidโah adalah, ุทูุฑูููููุฉู ููู ุงูุฏูููููู ู
ูุฎูุชูุฑูุนูุฉู ุชูุถูุงููู ุงูุดููุฑูุนููููุฉู ููููุตูุฏู ุจูุงูุณูููููููู ุนูููููููุง ู
ูุง ููููุตูุฏู ุจูุงูุทููุฑูููููุฉู ุงูุดููุฑูุนููููุฉู โSuatu jalan dalam agama yang dibuat-buat tanpa ada dalil, pen dan menyerupai syariโat ajaran Islam, yang dimaksudkan ketika melakukan adat tersebut adalah sebagaimana niat ketika menjalani syariโat yaitu untuk mendekatkan diri pada Allah.โ Lihat Al-Iโtisham, 150-51 Definisi yang tidak kalah bagusnya adalah dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau rahimahullah mengatakan, ููุงููุจูุฏูุนูุฉู ู
ูุง ุฎูุงููููุชู ุงููููุชูุงุจู ููุงูุณูููููุฉู ุฃููู ุฅุฌูู
ูุงุนู ุณููููู ุงููุฃูู
ููุฉู ู
ููู ุงููุงุนูุชูููุงุฏูุงุชู ููุงููุนูุจูุงุฏูุงุชู โBidโah adalah iโtiqod keyakinan dan ibadah yang menyelishi Al Kitab dan As Sunnah atau ijmaโ kesepakatan salaf.โ Majmuโah Al-Fatawa, 18 346 Tiga Syarat Disebut Bidโah Untuk melengkapi definisi bidโah sebelumnya, kita harus memahami tiga syarat kapankah suatu amalan disebut bidโah. Tiga syarat ini asalnya disimpulkan dari dalil-dalil berikut ini. Pertama Hadits Al Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu, dalam hadits tersebut disebutkan sabda Rasul shallallahu alaihi wa sallam, ููุฅููููุงููู
ู ููู
ูุญูุฏูุซูุงุชู ุงูุฃูู
ููุฑู ููุฅูููู ููููู ู
ูุญูุฏูุซูุฉู ุจูุฏูุนูุฉู ููููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู โHati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bidโah dan setiap bidโah adalah sesat.โ HR. Abu Daud, no. 4607 dan Tirmidzi, no. 2676. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini shahih Kedua Hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu, dalam hadits tersebut Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฃูู
ููุง ุจูุนูุฏู ููุฅูููู ุฎูููุฑู ุงููุญูุฏููุซู ููุชูุงุจู ุงูููููู ููุฎูููุฑู ุงููููุฏูู ููุฏูู ู
ูุญูู
ููุฏู ููุดูุฑูู ุงูุฃูู
ููุฑู ู
ูุญูุฏูุซูุงุชูููุง ููููููู ุจูุฏูุนูุฉู ุถููุงูููุฉู โAmma baโdu. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan bidโah dan setiap bidโah adalah sesat.โ HR. Muslim, no. 867 Ketiga Hadits Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู
ููู ุฃูุญูุฏูุซู ููู ุฃูู
ูุฑูููุง ููุฐูุง ู
ูุง ููููุณู ู
ููููู ูููููู ุฑูุฏูู โBarangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.โ HR. Bukhari, no. 20 dan Muslim, no. 1718 Keempat Dalam riwayat lain dari Aisyah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู
ููู ุนูู
ููู ุนูู
ููุงู ููููุณู ุนููููููู ุฃูู
ูุฑูููุง ูููููู ุฑูุฏูู โBarangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.โ HR. Muslim, no. 1718 Dari hadits-hadits tersebut dapat disimpulkan apa yang dimaksud bidโah yang terlarang dalam agama, yaitu Sesuatu yang baru dibuat-buat. Sesuatu yang baru dalam agama. Tidak disandarkan pada dalil syarโi. Tiga syarat di atas telah kita temukan pula dalam perkataan para ulama berikut. Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, ููููููู ู
ููู ุฃูุญูุฏูุซู ุดูููุฆุงู ุ ููููุณูุจููู ุฅูููู ุงูุฏูููููู ุ ููููู
ู ูููููู ูููู ุฃูุตููู ู
ููู ุงูุฏูููููู ููุฑูุฌูุนู ุฅููููููู ุ ูููููู ุถููุงูููุฉู ุ ููุงูุฏูููููู ุจูุฑููุกู ู
ููููู ุ ููุณูููุงุกู ููู ุฐููููู ู
ูุณูุงุฆููู ุงููุงุนูุชูููุงุฏูุงุชู ุ ุฃููู ุงูุฃูุนูู
ูุงูู ุ ุฃููู ุงูุฃูููููุงูู ุงูุธููุงููุฑูุฉู ููุงููุจูุงุทูููุฉู . โSetiap yang dibuat-buat lalu disandarkan pada agama dan tidak memiliki dasar dalam Islam, itu termasuk kesesatan. Islam berlepas diri dari ajaran seperti itu termasuk dalam hal iโtiqod keyakinan, amalan, perkataan yang lahir dan batin.โ Jaamiโ Al-Ulum wa Al-Hikam, 2128 Beliau rahimahullah juga berkata, ููุงูู
ุฑูุงุฏู ุจูุงููุจูุฏูุนูุฉู ู
ูุง ุฃูุญูุฏูุซู ู
ูู
ููุง ูุงู ุฃูุตููู ูููู ููู ุงูุดููุฑูููุนูุฉู ููุฏูููู ุนููููููู ุ ููุฃูู
ููุง ู
ูุง ููุงูู ูููู ุฃูุตููู ู
ููู ุงูุดููุฑูุนู ููุฏูููู ุนููููููู ุ ููููููุณู ุจูุจูุฏูุนูุฉู ุดูุฑูุนุงู ุ ููุฅููู ููุงูู ุจูุฏูุนูุฉู ููุบูุฉู โYang dimaksud dengan bidโah adalah sesuatu yang baru yang tidak memiliki landasan dalil dalam syariโat sebagai pendukung. Adapun jika didukung oleh dalil syarโi, maka itu bukanlah bidโah menurut istilah syarโi, namun bidโah secara bahasa.โ Jaamiโ Al-Ulum wa Al-Hikam, 2127 Ibnu Hajar rahimahullah berkata, ููู
ูุง ููุงูู ูููู ุฃูุตูู ููุฏููู ุนููููููู ุงูุดููุฑูุน ููููููุณู ุจูุจูุฏูุนูุฉู ุ ููุงููุจูุฏูุนูุฉ ููู ุนูุฑูู ุงูุดููุฑูุน ู
ูุฐูู
ููู
ูุฉ ุจูุฎูููุงูู ุงููููุบูุฉ ููุฅูููู ูููู ุดูููุก ุฃูุญูุฏูุซ ุนูููู ุบูููุฑ ู
ูุซูุงู ููุณูู
ููู ุจูุฏูุนูุฉ ุณูููุงุก ููุงูู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุฃููู ู
ูุฐูู
ููู
ูุง โSesuatu yang memiliki landasan dalil dalam syariโat, maka itu bukanlah bidโah. Maka bidโah menurut istilah syariโat adalah tercela berbeda dengan pengertian bahasa karena bidโah secara bahasa adalah segala sesuatu yang dibuat-buat tanpa ada contoh sebelumnya baik terpuji maupun tercela.โ Fath Al-Bari, 13253 Setelah memahami yang dikemukakan di atas, pengertian bidโah secara ringkas adalah, ู
ูุง ุฃูุญูุฏูุซู ููู ุงูุฏูููููู ู
ููู ุบูููุฑู ุฏููููููู โSesuatu yang baru dibuat-buat dalam masalah agama tanpa adanya dalil.โ Inilah yang dimaksud dengan bidโah yang tercela dan dicela oleh Islam. Lihat Qowaโid Maโrifah Al-Bidaโ, hlm. 22. Pembahasan pada point ini juga diringkas dari Qowaโid Maโrifah Al-Bidaโ, hlm. 17-22. Semoga benar-benar dapat memahami bidโah lebih dekat. Referensi Mengenal Bidโah Lebih Dekat. Muhammad Abduh Tuasikal. Penerbit Pustaka Muslim Bisa menghubungi WA Toko 085200171222 Disusun Perpus Rumaysho, 10 Maret 2018 Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel
Kategori 26. Syarah Hadits Irbadh bin Sariyah Berpeganglah Dengan Sunnahku,Sunnah Para Khulafaโurasyidin Setelahku 1 Post
hadits irbadh bin sariyah